WRITING
Rina is a very beautiful smart girl, studying at the third year of senior high school Dlanggu. During the recent days, her mind has been always blank, her mind could not had been focus on everything she does. This is probably because of something she was through in the last two week. At that time, she made a boy need made, she made a boy how made a presentation about the alternative of continuing the study at the faculty of psikologi at the university of Brawijaya. From the first sight with the boy, his name is Jono, her mind has been always on him. His face is always at her eyes. As well as his smile. She really wanht to make a phone call on him. Because she has his number, but she is afraid, although she her self doesn’t know what she is afraid of. She wants to say hello to him, want to ask him about his girl, or anything. What should she do?
My Answer Is…
Rina has fallen in love at first sight to jono.there are many signs that show it.I think Rina Should tries to express his love to Jono. Whatever the answers will be provided Jono was not a problem. The important thing is Rina can feel relieved, and not feel overwhelmed with feelings of love it. If Jono receive feelings of love Rina, it would be very nice, but if not, will not feel loss Rina, Rina also would not expect more on him not too think about Jono again, and he can concentrate on learning. School lesson more important for Rina.Because Rina was in third grade senior high school, and must truly learn to face national examination.
BICARA CINTA Di hatiku ada cinta Di hati mu bertunas cinta Sudikah kau bercinta Kita temukan dua jiwa Kemari cantumkan dua hati menjadi satu . Biar perasaan terus merindu Sedang hati sudah berpadu Biar mata ingin bersua Walau jiwa sudah bersama Biar telinga mahu mendengar Kerana mulut selalu berkata . Kita menulis membelai cinta Membena rasa bahagia Jauhi duka derita . Sabar menunggu saat bersama ...
Selasa, 22 Februari 2011
Jumat, 04 Februari 2011
b.indo
Summary:
seorang anak yang telah lama merantau yang akhirnya dia kembali pulang ke istana. kemudian ia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita dan ia berminat untuk meminang gadis tersecut akan tetapi gadis tersebut memberikan dua syarat dan pemuda itu berusaha untuk memenuhi syarat tersebut, akan tetapi gadis cantik tersebut berusaha untuk menggagalkan usaha pemuda tersebut dan ia berhasil. kemudian si pemuda marah dan akhirnya terjadilah banjir besar yang melanda seluruh kota. kemudian pemuda menendang sampan besar yang di buatnya sehingga sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "TANGKUBAN PERAHU".
Meskipun ia ibu kita tetapi tidak seharusnya kita merasa kecewa kepada ibu kita, karena mungkin saja ibu kita tahu yang terbaik untuk kita. dan kita tidak boleh meniru watak atau sikap si tokoh tersebut. kita harus selalu mendengarkan nasihat orang tua dan jangan pernah meninggalkan kita yang telah membesarkan dan menyayangi kita.
Evaluation:
dalam cerita ini para tokoh sangat menguasai karakternya, dan sangkuriang sangat menjiwai dalam memerankan karakternya sehingga terlihat seperti nyata.
Evaluation summation:
cerita ini sangat menarik dan layak untuk dibaca kembali karena mengandung nilai moral dan amanat yang tidak boleh kita contoh.
Interpretative recount:
sangkuriang: wataknya keras, mudah kecewa, dan tidak mau mendengarkan nasihat orang tua.
dayang sumbi: tegas, sayang kepada anaknya, dan mudah menyesal.
The storyline: forward
SANGKURIANG
Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu. Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.
Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan. Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembara.
Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya di sana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona oleh kecantikan wanita tersebut, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.
Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi ketika melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan. Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing.
Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan makhluk-makhluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi.
Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."
seorang anak yang telah lama merantau yang akhirnya dia kembali pulang ke istana. kemudian ia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita dan ia berminat untuk meminang gadis tersecut akan tetapi gadis tersebut memberikan dua syarat dan pemuda itu berusaha untuk memenuhi syarat tersebut, akan tetapi gadis cantik tersebut berusaha untuk menggagalkan usaha pemuda tersebut dan ia berhasil. kemudian si pemuda marah dan akhirnya terjadilah banjir besar yang melanda seluruh kota. kemudian pemuda menendang sampan besar yang di buatnya sehingga sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "TANGKUBAN PERAHU".
Meskipun ia ibu kita tetapi tidak seharusnya kita merasa kecewa kepada ibu kita, karena mungkin saja ibu kita tahu yang terbaik untuk kita. dan kita tidak boleh meniru watak atau sikap si tokoh tersebut. kita harus selalu mendengarkan nasihat orang tua dan jangan pernah meninggalkan kita yang telah membesarkan dan menyayangi kita.
Evaluation:
dalam cerita ini para tokoh sangat menguasai karakternya, dan sangkuriang sangat menjiwai dalam memerankan karakternya sehingga terlihat seperti nyata.
Evaluation summation:
cerita ini sangat menarik dan layak untuk dibaca kembali karena mengandung nilai moral dan amanat yang tidak boleh kita contoh.
Interpretative recount:
sangkuriang: wataknya keras, mudah kecewa, dan tidak mau mendengarkan nasihat orang tua.
dayang sumbi: tegas, sayang kepada anaknya, dan mudah menyesal.
The storyline: forward
SANGKURIANG
Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu. Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.
Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan. Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembara.
Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya di sana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona oleh kecantikan wanita tersebut, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.
Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi ketika melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan. Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing.
Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan makhluk-makhluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi.
Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."
tugas b.inggris
GENERIC STRUCTURE
Tittle:
“SANGKURIANG”
Evalution:
The characters in this story is very controlled character, and sangkuriang very animates the play so it looks like a real character.
Interpretative recount:
> Sangkuriang: strong character, easily disappointed, and did not want to listen to parental advice.
> Dayang Sumbi: assertive, dear to his son, and easy to regret.
The storyline: forward.
Evaluation summation:
This story is very interesting and deserves to be read again because it contains moral values and the mandate that we should not be an example.
Summary
A child who has been wandering the end he returned home to the palace. then he met a beautiful girl and she was interested to woo the girl but the girl tersecut will give two terms and the young man tried to qualify, but the beautiful girl is trying to frustrate the young man and he succeeded. then the young man was angry and eventually there was a big flood that hit the entire city. then young men kicked the big boat on her so that the boat drifted and crashed into a mountain named "Tangkuban Perahu".
Although he is our mother but we should not feel disappointed for our mother, because maybe our mothers know best for us. and we should not imitate nature or attitudes of the characters. we must always listen to advice parents and do not ever leave us that have been raised and loved us.
SANGKURIANG
In antiquity, there was the story of a daughter of the king in West Java called Dayang Sumbi. He has a son named Sangkuriang. The child was very fond of hunting. He was accompanied by Tumang hunting, dog pet palace. Sangkuriang do not know, that dog is the reincarnation of the god and also his father.
On a day Tumang not want to follow his orders to pursue prey. So the dog is pursued into the forest. When he returned to the palace, Sangkuriang told the incident to her mother. Not the Dayang Sumbi play angry when he heard the story. He accidentally hit his head with a spoon rice Sangkuriang holding. Sangkuriang injured. He was very disappointed and go away leaving his mother.
After the incident, Dayang Sumbi very sorry for himself. He was always very diligent in prayer and penance. At one point, the gods gave him a gift. He will be forever young and has a timeless beauty. After years of wandering, Sangkuriang eventually intends to return to his homeland. When I got there, the kingdom has changed completely. There he met a lovely girl, who was none other than Dayang Sumbi. Because women are fascinated by the beauty, Sangkuriang proposed. Therefore it is very handsome youth, Dayang Sumbi also very fascinated him.
On a day Sangkuriang asked permission to hunt. He asked for help Dayang Sumbi to trim headband. Dayang Sumbi surprised when I saw the scar on her future husband's head. The wound is just like a wound that has left his son wander. After a long noticed, it turns out the young man's face is very similar to her son's face. He became very frightened. And then he looked for ways and means to thwart the proposal process. He filed two terms. First, he asked the young man to stem the Citarum river. And second, he asked Sangkuriang to make a large boat to cross the stream. The two conditions that must be met before dawn.
That night Sangkuriang do tapa. With his spiritual power, exert supernatural beings to help finish the job. Dayang Sumbi also secretly peeked job. Once the work was almost complete, Dayang Sumbi ordered his troops to roll out a red silk cloth to the east of the city. When watching the color red in the east of the city, Sangkuriang thought it was already early morning. He also ceased working. He was very angry because it meant he could not qualify the requested Dayang Sumbi.
With his strength, he made a dam break. There was major flooding hit the entire city. He was then kicked the big boat he made. The boat drifted and crashed into a mountain named "Tangkuban Perahu."
TUGAS BHS. INGGRIS
REVIEW TEXT
“SANGKURIANG”
OLEH:
EKAWATI D (13)
IDA CHRISNA P (20)
KELAS:XII.IPA2
SMA NEGERI 1 GONDANG
Tittle:
“SANGKURIANG”
Evalution:
The characters in this story is very controlled character, and sangkuriang very animates the play so it looks like a real character.
Interpretative recount:
> Sangkuriang: strong character, easily disappointed, and did not want to listen to parental advice.
> Dayang Sumbi: assertive, dear to his son, and easy to regret.
The storyline: forward.
Evaluation summation:
This story is very interesting and deserves to be read again because it contains moral values and the mandate that we should not be an example.
Summary
A child who has been wandering the end he returned home to the palace. then he met a beautiful girl and she was interested to woo the girl but the girl tersecut will give two terms and the young man tried to qualify, but the beautiful girl is trying to frustrate the young man and he succeeded. then the young man was angry and eventually there was a big flood that hit the entire city. then young men kicked the big boat on her so that the boat drifted and crashed into a mountain named "Tangkuban Perahu".
Although he is our mother but we should not feel disappointed for our mother, because maybe our mothers know best for us. and we should not imitate nature or attitudes of the characters. we must always listen to advice parents and do not ever leave us that have been raised and loved us.
SANGKURIANG
In antiquity, there was the story of a daughter of the king in West Java called Dayang Sumbi. He has a son named Sangkuriang. The child was very fond of hunting. He was accompanied by Tumang hunting, dog pet palace. Sangkuriang do not know, that dog is the reincarnation of the god and also his father.
On a day Tumang not want to follow his orders to pursue prey. So the dog is pursued into the forest. When he returned to the palace, Sangkuriang told the incident to her mother. Not the Dayang Sumbi play angry when he heard the story. He accidentally hit his head with a spoon rice Sangkuriang holding. Sangkuriang injured. He was very disappointed and go away leaving his mother.
After the incident, Dayang Sumbi very sorry for himself. He was always very diligent in prayer and penance. At one point, the gods gave him a gift. He will be forever young and has a timeless beauty. After years of wandering, Sangkuriang eventually intends to return to his homeland. When I got there, the kingdom has changed completely. There he met a lovely girl, who was none other than Dayang Sumbi. Because women are fascinated by the beauty, Sangkuriang proposed. Therefore it is very handsome youth, Dayang Sumbi also very fascinated him.
On a day Sangkuriang asked permission to hunt. He asked for help Dayang Sumbi to trim headband. Dayang Sumbi surprised when I saw the scar on her future husband's head. The wound is just like a wound that has left his son wander. After a long noticed, it turns out the young man's face is very similar to her son's face. He became very frightened. And then he looked for ways and means to thwart the proposal process. He filed two terms. First, he asked the young man to stem the Citarum river. And second, he asked Sangkuriang to make a large boat to cross the stream. The two conditions that must be met before dawn.
That night Sangkuriang do tapa. With his spiritual power, exert supernatural beings to help finish the job. Dayang Sumbi also secretly peeked job. Once the work was almost complete, Dayang Sumbi ordered his troops to roll out a red silk cloth to the east of the city. When watching the color red in the east of the city, Sangkuriang thought it was already early morning. He also ceased working. He was very angry because it meant he could not qualify the requested Dayang Sumbi.
With his strength, he made a dam break. There was major flooding hit the entire city. He was then kicked the big boat he made. The boat drifted and crashed into a mountain named "Tangkuban Perahu."
TUGAS BHS. INGGRIS
REVIEW TEXT
“SANGKURIANG”
OLEH:
EKAWATI D (13)
IDA CHRISNA P (20)
KELAS:XII.IPA2
SMA NEGERI 1 GONDANG
tugas b.ing review text
Legenda Malin Kundang
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.
Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersi keras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.
Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".
Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.
TITTLE:MALIN KUNDANG
ORIENTATION:
Sebuah cerita rakyat yang menggambarkan seorang anak yang berani dan durhaka kepada ibunya.
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang
EVALUATION:
Keinginan malin kundang untuk merantau dan memperbaiki nasib keluarganya sangatlah besar. Sebenarnya ibunya si malin sangat berat hati jika malin kundang merantau, tetapi keinginan malin tidak dapat dilarang oleh ibunya. Dan akhirnya malin pun pergi merantau. .Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai.Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya dan menikahi seorang gadis.
EVALUATION SUMMARY:
Saya kurang suka dengan cerita ini karena dalam cerita ini si tokoh mempunyai watak dan sikap yang sangat tidak baik. Si tokoh utama yaitu malin kundang telah durhaka kepada ibunya, dengan kekayaannya yang ia miliki yang sangat melimpah, ia menjadi sombong kepada semua orang sampai- sampai ia tidak mau mengakui ibu kandungnya.
Ibunya si malin pun sangat marah melihat sikapnya si malin kepadanya, kemudian ibunya mengutuk malin kundang menjadi batu .
Sikap yang seperti ini tidak boleh kita tiru karena ini sifat yang sangat tidak manusiawi.
Sehingga dari cerita ini dapat kita ambil hikmahnya yaitu kita tidak boleh menyombongkan diri hanya karena harta yang kita miliki dan tidak boleh mendurhakai ibu kita sendiri.
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.
Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersi keras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.
Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".
Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.
TITTLE:MALIN KUNDANG
ORIENTATION:
Sebuah cerita rakyat yang menggambarkan seorang anak yang berani dan durhaka kepada ibunya.
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang
EVALUATION:
Keinginan malin kundang untuk merantau dan memperbaiki nasib keluarganya sangatlah besar. Sebenarnya ibunya si malin sangat berat hati jika malin kundang merantau, tetapi keinginan malin tidak dapat dilarang oleh ibunya. Dan akhirnya malin pun pergi merantau. .Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai.Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya dan menikahi seorang gadis.
EVALUATION SUMMARY:
Saya kurang suka dengan cerita ini karena dalam cerita ini si tokoh mempunyai watak dan sikap yang sangat tidak baik. Si tokoh utama yaitu malin kundang telah durhaka kepada ibunya, dengan kekayaannya yang ia miliki yang sangat melimpah, ia menjadi sombong kepada semua orang sampai- sampai ia tidak mau mengakui ibu kandungnya.
Ibunya si malin pun sangat marah melihat sikapnya si malin kepadanya, kemudian ibunya mengutuk malin kundang menjadi batu .
Sikap yang seperti ini tidak boleh kita tiru karena ini sifat yang sangat tidak manusiawi.
Sehingga dari cerita ini dapat kita ambil hikmahnya yaitu kita tidak boleh menyombongkan diri hanya karena harta yang kita miliki dan tidak boleh mendurhakai ibu kita sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)